Saturday, July 22, 2017

Proses Pencarian Air Nira untuk Gula Merah

Beginilah Cara Masyarakat Aeng Panas Menyambung Hidup I

Menjelang pagi, beberapa orang di Dusun Galis, Desa Aeng Panas memulai aktivitasnya dengan mencari air nira dari pohon siwalan. Pohon siwalan yang tingginya menjulang layaknya pohon kelapa tidak menjadikan mereka lelah. Alat bantu yang digunakan untuk memanjat tidaklah sulit, cukup dengan beberapa alat yang dalam bahasa Madura biasa disebut selampar (digunakan untuk memanjat pohon siwalan agar tidak jatuh), pengapit/ penjepit (digunakan untuk menjapit manyang atau salah satu bagian dari pohon siwalan yang mengeluarkan air nira), talambud (digunakan sebagai tempat disimpannya serbuk pengawet yang berasal dari kulit pohon kesampeeh agar air nira yang diambil rasanya tidak berubah). Berikut ini adalah beberapa gambar alat-alat yang biasa diguakan oleh para warga di Desa Aengpanas khususnya Dusun Galis.




Serbuk kayu Kesampih digunakan untuk mengawetkan air nira dari pohon untuk sampai ke dapur guna pembuatan gula merah agar tidak basi. Kulit kesampih tersebut nantinya akan di hancurkan sampai menjadi serbuk.

0 comments:

Post a Comment