Saturday, July 22, 2017

Pengemasan Gula Merah di Desa Aeng Panas

Beginilah cara masyarakat Aeng Panas Menyambung Hidup III

Pengemasan merupakan proses terpenting dalam sebuah produk untuk menambah nilai jual produk tersebut. Namun, di desa Aeng Panas khususnya, pengemasan gula merah belum di maksimalkan. Hal tersebut disebabkan karena pembeli atau pemesan gula merah hanya bekutat pada lingkungan sekitar yang membutuhkan seperti tetangga atau kerabat. Sehingga penjual maupun pembeli tidak memusingkan terkait pengemasan.


Pengemasan Gula Merah Aeng Panas
Proses pengemasan yang kurang dikelola dengan baik inilah yang menjadikan penjualan/pangsa pasar sedikit. Padahal branded sangat mempengaruhi pemasaran suatu produk. Sehingga pendapatan yang diperoleh masyarakat juga tidak mengalami peningkatan secara gradual. Karena hanya mengandalkan pangsa pasar dalam regional desa.

Selain itu, nilai jual gula merah tidak lebih dari Rp. 10.000,-. Hal ini cukup memprihatinkan. Dari awal pencarian air nira yang harus memanjat pohon tinggi menjulang, pemasakan gula selama lima jam sampai pencetakan gula merah hanya dihargai denga upah Rp. 8.500,- per kilogramnya.

Selanjutnya, diharapkan masyarakat mampu mengelolah gula merah menjadi produk lain guna peningkatan nilai jual, seperti dodol gula merah, serbuk gula merah, permen, dan produk lain yang bisa menghasilkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan harga asli gula merah itu sendiri.

0 comments:

Post a Comment