Thursday, July 27, 2017

Produk Dari Daun Pohon Siwalan

Tepatnya di rumah Tiya, salah satu pemuda di dusun Cecek desa Aeng Panas, ia memanfaatkan potensi alam di sekitarnya dengan maksimal. Desa Aeng Panas yang terkenal dengan pohon siwalannya disulap oleh gadis berusia 17 tahunitu menjadi produk-produk unggulan. Daun pohon siwalan dimanfaatkan untuk membuat cepuk.


Selain daunnya yang digunakan untuk tempat kembang gula, bagian tengah atau biasa disebut lidi daun pohon siwalan juga dapat dibuat piring lidi. Piring lidi ini sudah marak di pasaran bahkan sampai restoran. Hal ini dilakukan Tia karena kepeduliannya terhaap lingkungan. Banyaknya daun siwalan yang berjatuhan tempat terakhirnya hanya di TPA kemudian dibakar. Untuk itulah Tia berinovasi dalam pengembangan produk.


Pemasaran dari produk pirin lidi ini sudah sampai ke pelosok negeri. Hal yang sangat disayangkan adalah, kurangnya tenaga kerja untuk memproduksi piring lidi dalam jumlah besar. Sebab, banyak masyarakat yang kurang berminat dengan pembuatan piring lidi tersebut. Sehingga permintaan yang banyak belum sepenuhnya dapat dipenuhi.

Harapan kedepan, mindset masyarakat desa Aeng Panas tidak berpatokan pada hasil langsung tetapi mampu berinovasi dari bahan mentah untuk memberi nilai tambah pada produk.

0 comments:

Post a Comment